Balikpapan - Sebagian wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan, tengah waspada bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain merusak ekosistem dan mengganggu aktivitas masyarakat, karhutla juga memicu kabut asap yang dapat menurunkan kualitas udara hingga membahayakan kesehatan.
Paparan asap akibat karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari iritasi mata dan saluran pernapasan hingga memperburuk kondisi bagi kelompok rentan. Maka, mengetahui cara melindungi diri saat kualitas udara memburuk merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.
Karhutla bukan hanya soal terbakarnya pepohonan atau semak belukar, tetapi juga merupakan bencana yang menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Peristiwa ini dapat merusak ekosistem hutan, menghancurkan habitat satwa liar, melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar ke atmosfer, serta menghambat berbagai aktivitas ekonomi.
Secara umum, karhutla dipicu oleh dua faktor utama, yaitu ulah manusia dan kondisi alam. Masyarakat dapat berkontribusi mencegah karhutla dengan tidak membakar sampah baik di lahan maupun kawasan hutan. Selain itu, hindari membuang puntung rokok sembarangan, karena api sekecil apapun dapat merambat dengan cepat ke media mudah terbakar.
8 Panduan Siaga Dampak Karhutla untuk Warga
Apa yang harus dilakukan jika karhutla terjadi dan dampaknya mulai terasa di sekitar kita?
Lakukan dari langkah sederhana untuk melindungi diri. Mulai dari membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang tepat, hingga memastikan kualitas udara di dalam rumah tetap baik.
Berikut panduannya, dirangkum detikKalimantan dari berbagai literatur:
1. Lapor Jika Ada Tanda Kebakaran
Saat melihat ada titik api atau sumber kepulan asap, jangan panik dan tetap tenang. Hindari titik api, jangan mendekat.
Segera melapor ke pihak berwenang bila menemukan tanda-tanda kebakaran. Siapkan kontak Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian dan dinas pemadam kebakaran setempat.
2. Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Batasi aktivitas luar ruang dan terlebih hindari aktivitas ke lokasi yang berdekatan dengan titik api karhutla. Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Hardino mengatakan kelompok yang paling berisiko terdampak asap karhutla adalah balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma maupun gangguan paru-paru. Mereka diminta lebih membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara mulai menurun.
Masyarakat diimbau menggunakan masker saat terjadi kabut asap, mengurangi aktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan pernapasan lainnya.
3. Tutup Pintu dan Jendela Rumah
Saat kabut asap pekat, tutup pintu, jendela, serta ventilasi yang memungkinkan asap masuk ke dalam rumah. Jika memungkinkan, gunakan penyaring udara (air purifier) agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.
4. Cari Aman Jika Titik Api Dekat
Jika titik api cukup dekat dari tempat tinggal, sesegera mungkin menjauh ke tempat yang lebih aman atau pergi ke titik evakuasi. Bawa barang atau dokumen berharga yang mudah dibawa.
Sebelum tinggalkan rumah, matikan aliran listrik dan hubungi PLN untuk memutus aliran listrik, jika dibutuhkan. Jauhkan barang-barang yang berpotensi menyebabkan api menjadi lebih besar, seperti kendaraan.
Jika masih memungkinkan tinggal di dalam rumah, tutup celah pintu dan ventilasi dengan handuk atau kain basah. Serta gunakan masker di dalam rumah.
5. Gunakan Masker
Pakai masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan jika memang kegiatan tersebut tidak dapat terhindarkan. Kenakan masker yang dapat menyaring partikel halus untuk mengurangi paparan asap. Masker kain biasa kurang efektif untuk melindungi dari partikel asap berukuran kecil.
Dalam arsip liputan detikcom, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P3ML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaparkan masker yang harus digunakan masyarakat di wilayah karhutla idealnya adalah jenis N95.
6. Perbanyak Minum Air Putih
Mengonsumsi air putih yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan dapat mengurangi rasa kering atau iritasi pada tenggorokan akibat paparan asap.
7. Siapkan P3K
Siapkan peralatan kesehatan seperti masker dalam jumlah banyak, pastikan ganti penggunaan masker setiap hari. Lalu siapkan oksigen untuk berjaga jika alami gangguan pernapasan, serta tetes mata, obat luka, dan obat lain yang sekiranya diperlukan.
8. Perhatikan Gejala Gangguan Kesehatan
Jika alami batuk berkepanjangan, demam, sesak napas, iritasi mata, pusing, dan gejala lainnya, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu gejala makin parah.
Selalu ikuti perkembangan kondisi karhutla dan kualitas udara melalui informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. Patuhi setiap imbauan atau kebijakan yang dikeluarkan. Semoga membantu!
Sumber: (detik.com)
Dapatkan informasi lain seputar BCM.